Tuesday, September 09, 2008

SIOUX di Hari Pramuka

Sabtu, 30 Agustus 2008 sesuai rencana awal, tim sioux satu persatu mulai berdatangan di kantor Balaikota Depok. Neneng, Witri, Oney mencatatkan diri sebagai tim pertama yang hadir di lokasi. Menyusul Aji, Irwan, Jabrik dan terakhir Herna yng membawa "anak - anak" sioux untuk diperkenalkan dengan peserta upacara. Tim Homalopsis Scout (HS) lebih semangat lagi datangnya...sebagian dari mereka bahkan sempat menginap semalam di kwarcab Kota Depok. Sambil menunggu upacara dimulai, tim HS dan tim SIOUX berkumpul mengadakan koordinasi untuk snake performance yang akan digelar. Jadwal tampil kita tepat setelah upacara ditutup dan hanya di kasih waktu 15 menit.


Setelah hampir tiba waktunya, tim HS membuat lingkaran menggunakan garam yang ditabur di tanah dengan diameter sekitar 4 m. Setelah atraksi dibuka oleh Irwan dan Witri selaku host SIOUX saat itu, ular-ular pun mulai dilepaskan satu persatu dari tengah lingkaran.. diluar lingkaran berdiri para anggota HS yang membuat lingkaran untuk menyaksikan tingkah laku ular yang dilepas. Kobra, welang, piton dan ular kadut yang dilepas ditengah menunjukkan aktifitas pergerakan keluar lingkaran. Terbukti benar bahwa ular tidak takut dengan garam. Satu persatu ular melewati batas garam yang ditabur dan pembuktian bahwa jika bertemu dengan ular kita harus diam pun sempat kita lakukan didepan sekitar 1000 orang pesera upacara dan pembina upacara. Host SIOUX, secara detail menjelaskan kepada audiens tingkah laku si ular dan aktifitas anggota HS dan SIOUX... dengan antusias dan penuh gaya bak penyiar radio, mereka menyampaikan informasi silih berganti tentang ular...dan pengenalan teknik penanganan ular raksasa akhirnya dimulai...


3 orang anggota HS yang masih kelas 2 -3 SMP dan baru 1 minggu berkenalan dengan ular dan telah dilatih secara intensif untuk mendalami teknik handle ular piton bergerak maju ke depan. Seekor ular piton dengan panjang sekitar 3 meter yang masih liar dan agresif bergerak gesit ditengah lapangan segera mereka hampiri. Seorang anggota tim langsung menyambar ekor sebagai upaya pengendalian ular lalu seorang lagi berada di depan untuk memancing perhatian ular...hingga satu saat, ketika ular sudah mengurangi gerakannya, dengan tenang dan pelan anggota tim ketiga bergerak pelan, pasang kuda-kuda untuk menangkap kepala ular dari belakang..... dan tertangkaplah si kepala ular itu. Karena merasa terancam, si ular segera membelit tangan yang menangkap.. bahkan dalam upayanya, si penangkap cukup kesulitan melepaskan belitan sendirian. Belitan akhirnya dapat dilepas karena di bantu oleh teman-teman anggota timnya yang dengan sigap maju ke depan membantu melepas belitan.


Penampilan berikutnya adalah menunjukkan teknik penanganan ular kobra. Dilakukan oleh tim sioux mengingat ular ini sngat berbisa dan berbahaya. Sebagai salam penutup, tim sioux mengeluarkan seekor ular king kobra dengan panjang 3 meter. Dengan teknik tingkat tinggi, salah satu anggota sioux menunjukkan bahwa selama kita mempelajari karakter dan tingkah laku ular, kita kan bisa mengantisipasi bahaya ular itu. Dan selesailah acara pengenalan ular di ajang Upacara Hari Pramuka Kota Depok yang dihadiri pejabat teras Kota Depoks serta pengurus pramuka se-KOta Depok. Thx to HS yang memfasilitasi SIOUX untuk bersama menunjukkan pengetahuan yang positif dan benar tentang karakter ular Indonesia.

Setelah foto-foto, istirahat dan ngobrol santai..... jam 11-an, tim SIOUX melanjutkan perjalanan ke Joglo, Jakarta Barat menggunakan mobil jemputan. Aji, Oney, Jabrix, Witri dan Neneng yang "dipaksa" ikut pun mulai bergerak menuju ke sana...cerita pun berlanjut... :D

save our snake...

catatan : tukang foto Neneng, pake kamera Witri..

written by : Aji. R. P

edited & uploaded by : Rahmat

Friday, August 22, 2008

SIOUX di Indonesia Reptile Contest



Rencana kumpul muscle sioux di 17an kemarin tetep berlangsung di lapangan banteng bebarengan dengan acara reptile contest diajang pameran Flona.

begitu masuk arena lomba, ku langsung ketemu ma Jero, salah satu pecinta reptil yang dulu sempat SIOUX ajak maen bareng disalah satu event, trus clingak clinguk dikit tampaklah wajah muscle sioux yang belum pernah ketemu di darat.. :) ...ada mbak Rina + suaminya dan adeknya yang jadi panitia pendaftaran disana.... di ujung arena terlihat mas gun, kang norman dengan rambut gimbalnya dan bahkan Roy genggam sang fotografer ....ngalor ngidul karena ikutan sibuk jadi panitia...

menjelang siang suasana semakin ramai di arena kontes yang digelar oleh IPRI dengan dukungan komunitas pecinta reptile lain dan dipandu oleh Doni kusuma sang presenter, acara pun dimulai jam 13.00 WIB..

komunitas reptile yang datang berasal dari semarang, jogja, surabaya, bandung dan paling banyak jakarta. Perwakilan toko toko reptile, para importir dan esportir pun gak mau ketinggalan ikut ajang kontes satwa eksotik ini... CRT, JRC, IPRJ, IPRI, ReptileX, Savera dan banyak komunitas reptil lain yang sempat terlihat berkat aribut di kaos mereka....

kesan mahal langsung terbersit begitu koleksi para peserta didaftar satu satu dan masuk ke ruang karantina.. ada albino phyton, paternless phyton, green anaconda, albertisi, ular karpet, reticulatus strip, reticulatus tiger, snow snake, corl snake, beragam turtle, gecko, sampe varanus dan beragam lizard muncul satu satu...... demi seekor reptile, seorang pecinta dan kolektor bersedia merogoh koceknya hingga puluhan juta rupiah....perlakuan terhadap hewan kesayangannya juga terlihat luar biasa...

SIOUX sengaja gak ngirimkan delegasi buat ikutan lomba, hanya seekor reticulatus koleksi bima, salah seorang muscle yang nyoba diikutkan ...

sambil " ngemong" Iyan dan Angga, kita pun ngobrol dikit buat persiapan SOUX ngadepin ultah kelimanya di november depan (lustrum I). Kesimpulannya, kita pengen bikin event nuansa ular lagi tapi gratis buat umum, pelajar dan mahasiswa di bulan november...

kemarin sioux juga banyak ketemu dengan pecinta ular yang ternyata pernah kontak via email, friendster dan MP dan akhirnya menyatakan niat untuk gabung dengan SIOUX. Ada mas dadang juga sang pramuka Bahari jakarta yang udah lama ikutan IPRJ.

Dan bahkan di akhir acara, Mas Doni sang ketua CRT Comunity Reptile Tangerang, yang udah lama juga pengen gabung ama SIOUX pengen ngajak semua anggota CRT untuk join bareng di lembaga kita ini... intinya mereka semua pengen lebih banyak sharing tentang ular hingga teknik penanganan bahaya, karena selama bergabung di club reptile, materi tentang penanganan bahaya ular minim didapat.

dengan tangan terbuka SOUX akan menerima mereka... sekalian saling tukar pengalaman tentang ular plus mengembangkan misi sioux dikalangan pecinta reptile ...

data sioux yang datang adalah.. aji, herna, witri yang masih calon muscle karena belum daftar, neneng yang pengen join berkat kontak di MP, mbak voni dan suami dan gak ketinggalan iyan + angga, Q dan pacarnya yang akhirnya berani juga pegang ular, Bima yang boncengin pacarnya dari cilandak dan hampir tersesat nyampe lapangan banteng, Jabrik datang rada sorean setelah lama gak nongol dari peredaran Sioux, mas timmy, mas toni yang gak ngajak istrinya (bu ron), Iqbal volunters sioux yang sempat menghilang dari peredaran dan ditambah rina, mas faisal dan sang adek (ku lupa namanya).... :)

semoga SIOUX semakin dewasa menjelang usia kelimanya tahun ini.. Amin

SAVE OUR SNAKE !

aji.rp

sumber : http://siouxindonesia.multiply.com/journal/item/10/SIOUX_di_Indonesia_Reptile_Contest

uploaded by : rhmt